Efek Rumah Kaca

Band yang namanya begitu naik di scene cuting edge jakarta ini mulai menggelisahkan di tengah tahun 2007 kemarin, walaupun sebenarnya beberapa teman saya berkata demonya bagus sih dulu sebelum sekarang, liriknya pintar, dll tapi alhamdulilah sampai hari ini saya tidak tertarik sedetikpun untuk suka setelah mendengar 4 dari keseluruhan lagu yang ada.

Sebalnya lagi, mendadak semua anak muda sadar pergaulan harus suka dengan band yang mendapat sambutan sangat baik dari banyak kritikus musik lokal, begitu bodoh dan konsumtifnyakah masyarakat musik kita ??? dan Terus terang, saya menjadi begitu kecewa oleh beberapa pendapat teman kritikus musik yang menyanjung band ini sedemikian rupa, shitt!!! musuhin Ahhh!!

Pertanyaannya apakah band indonesia saat ini sudah sebegitu hancurnya sampai beberapa kritkus musik dan beberapa musisi mempercayai dan suka efek rumah kaca dengan pengungkapan yang berlebih tentang kualitas band ini. astaga!! sintingnya musik lokal indonesia gak sembuh-sembuh, malah ada epidemik baru pikir saya.

Siapa yang bego sih? oke saya dengar ulang lagi 4 lagu hits mereka dengan konsentrasi tinggi untuk percaya bahwa saya mempunyai pendapat yang salah tentang kualitas band yang sebenarnya biasa-biasa saja ini, hmm fokus sama liriknya yang katanya pintar dan jinius itu!! dimuali dari lagu diudara yang membahas isu kematian munir? aduh…saya bukan uberseksual seperti linkin park yang mulai puitis dengan keadaan sosial..huff okelah lirik lagu ini saya beri nilai 6,5 karena saya menghargai om munir dan bukan karena ERK! sisanya saya rasa band semacam Float mempunyai kualitas lirik yang lebih baik, atau mungkin koil juga masih jauh lebih baik dalam lirik (tentunya di album-album awal Koil bukan album baru mereka yang sangat norak).

Kemudian musiknya, astaga musik seperti ini kenapa jadi banyak sekali yah? waduh.. maaf tidak ada bahasan lebih lanjut – karena buat saya musik yang mereka bawakan sangat standar di scene lokal saat ini, bisa di bilang ini adalah radiohead gagal sama seperti analogi homogenic seperti bjork! (homogenic sama dengan bjork gagal) – maaf mungkin masih lebih baik homogenic setengah tingkat dibanding ERK. intinya musik mereka standar band indie indonesialah…yah begitu-begitu melulu dan kualitasnya yah kayak yang kalian dengar akhir-akhir ini (maju dalam ukuran timur). pada kenyataannya saya masih mentolerir musik umum dan bukan berarti standar itu jelek karena kenyataannya musik seperti James Iha sangat standar tapi begitu bagus dan layak untuk didengar orang banyak.

kesimpulannya, mereka bukan band dengan kualitas diatas lumayan tetapi tidak berarti buruk. (6.5)

Ps : thanks to Efek Rumah Kaca saya jadi lebih mudah mengenali siapa yang norak dan siapa yang tidak.

myspace : Efek Rumah Kaca


About this entry